Kecepatan Tinggi Mengejar OT TIE dan Terindikasi BKO

31-03-2015 Pangkal Pinang Dilihat 1968 kali

Jumat sekitar jam 11.30 WIB, baru selesai menghitung dan merapikan temuan obat tradisional hasil kegiatan OPGABDA hari pertama, Kamis tanggal 26 Maret 2015 (19.665 botol dengan nilai 532 juta lebih), tim kembali menindaklanjuti hasil “Investigasi Awal” sebelumnya. Kepala Balai POM di Pangkalpinang menelpon Kepala Cargo Bandara Depati Amir apakah ada “barang” masuk lewat bandara. Setelah mendapat informasi ada “barang” masuk, Kepala Balai POM di Pangkalpinang, Kasie Pemdikserlik, satu orang staf dan personel Polda Bangka Belitung langsung menuju bandara Depati Amir untuk melakukan pengintaian.

 

Setelah sampai di pintu gerbang keluar bandara Depati Amir, diperoleh informasi bahwa “barang” (OT TIE dan OT terindikasi BKO) baru saja di ambil dari gudang cargo bandara dengan menggunakan mobil pick up dengan menyebutkan nomor plat mobil. Petugas yang stand by di gerbang bandara dan setelah melihat mobil pick up dengan ciri-ciri yang sudah diinformasikan sebelumnya langsung membuntuti mobil tersebut.

 

Bagaikan adegan di film “Fast and Farious” petugas memacu mobil yang dikendarai oleh petugas dari POLDA dengan kecepatan tinggi mengikuti mobil tersebut, mobil diatur tidak terlalu dekat maupun jauh dengan target. Kemungkinan target mengetahui mereka dibuntuti, tiba-tiba mobil mereka masuk gang. Untuk menghindari kecurigaan target, petugas mengambil jalur lain, dan Alhamdulillah target kelihatan lagi.

 

Setelah beberapa lama diikuti, mobil target masuk kesebuah rumah. Petugas melihat  ada penurunan “barang”, petugas yang didampingi personil Polda langsung bertindak. Setelah diteliti “barang” yang dibawa, ternyata barang sesuai dengan yang dicari. Petugas langsung menyita barang bukti yang ada di pick up sebanyak 10 koli, sedangkan dari penggeledahan di rumah ditemukan lagi barang sebanyak 10 koli dan 6 bungkus. Jadi total barang yang diamankan sebanyak 20 koli (@ 72 bungkus) dan 6 bungkus dengan nilai Rp 72.300.000,-.

 

Barang bukti beserta karyawan gudang langsung diamankan dan dibawa ke kantor Balai POM di Pangkalpinang. Dari keterangan karyawan didapat bahwa pemilik barang sedang berada di luar kota. Sampai saat ini petugas sedang mengupayakan pemilik untuk datang ke kantor guna dimintai keterangan lebih lanjut.

 

Balai POM di Pangkalpinang

Sarana