Toboali – Balai POM di Pangkal Pinang menerima Piagam Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan sebagai bentuk apresiasi telah terlaksananya Program Nasional Keamanan Pangan Terpadu di Kabupaten Bangka Selatan. Penghargaan diberikan di Ruang Rapat Gunung Namak Pemkab Bangka Selatan dan bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Monitoring dan Evaluasi Program Sekolah yang melaksanakan pembudayaan keamanan Pangan (SAPA Sekolah), Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) (24/11/2025).
Pada rapat tersebut dipaparkan capaian dari seluruh rangkaian kegiatan pada program nasional keamanan pangan Tahun 2025 serta evaluasi sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Daerah Kab. Bangka Selatan dalam melanjutkan program keamanan pangan. Kegiatan dihadiri oleh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Bangka Selatan, pemerintah desa, sekolah serta media dengan total peserta 50 (lima puluh) orang.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Bangka Selatan dalam hal ini diwakilkan oleh Haris Setiawan selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra. Pada kesempatan ini juga ditandatangani Dokumen Rencana Program Keamanan Pangan Desa antara Kepala Desa dan Pemkab Bangka Selatan sebagai bentuk komitmen dari pemerintah desa dalam melanjutkan Program Desa Pangan Aman.
Dalam sambutannya Haris sangat mengapresiasi BPOM sehingga Program Nasional Keamanan Pangan di Kab. Bangka Selatan berjalan lancar. “Keamanan Pangan bukan hanya formalitas tapi untuk diwujudkan” ujar Haris. Beliau juga menyampaikan bahwa ditingkat nasional maupun global, keamanan pangan menjadi salah satu syarat penting untuk mengenalkan Kabupaten Bangka Selatan sehingga butuh komitmen bersama untuk mewujudkannya.
Kepala BPOM di Pangkal Pinang Agus Riyanto hadir menyampaikan arahan bahwa program keamanan pangan di Desa, Sekolah dan Pasar agar dapat dilanjutkan oleh pemerintah daerah. Agus juga menekankan untuk selalu menjaga kolaborasi yang telah dibangun antara BPOM dan Pemerintah Kab. Bangka Selatan. “Kegiatan rapat ini menjadi momentum untuk semakin menyatukan langkah yang mandiri dan berkelanjutan dalam hal Keamanan Pangan” ujar Agus.
Adapun hasil program ini telah membentuk 7 (tujuh) Sekolah sebagai Sekolah yang melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan yaitu SDN 2 Toboali, SMPN 5 Toboali, SMPN 2 Tukak Sadai, SMPN 5 Air Gegas, SMAN 2 Toboali, SMKN 1 Tukak Sadai, MAS Al Hidayah Toboali. Terbentuk 3 (tiga) Desa sebagai Desa Pangan Aman yaitu Desa Gadung, Desa Rias dan Desa Serdang. Serta 1 (satu) Pasar sebagai Pasar Pangan Aman yaitu Pasar Pelataran Terminal Toboali.
Melalui Program Nasional Keamanan Pangan Terpadu ini diharapkan dapat mendorong Pemerintah Kab. Bangka Selatan terus melanjutkan dan bersinergis mewujudkan keamanan pangan bagi seluruh masyarakat Kab. Bangka Selatan.
Balai POM di Pangkal Pinang