BBPOM di Pangkal Pinang Dorong Pelaku Usaha Terasi Toboali Terapkan Keamanan Pangan dan CPPOB

18-09-2026 Pangkal Pinang Dilihat 43 kali

Toboali – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pangkal Pinang terus mendorong pelaku usaha pangan untuk menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan dengan tema “Terasi Toboali Aman dan Bermutu, Wujudkan UMKM Berdaya Saing” yang dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, di Ruang Pertemuan Gunung Namak, Toboali.

Kegiatan diikuti oleh 52 pelaku usaha produk terasi dari Kecamatan Toboali dan dibuka oleh Puspa Sari Paniti Ratri, selaku Ketua Tim Kerja Informasi dan Komunikasi BBPOM di Pangkal Pinang. Dalam sambutannya, ia mengajak para pelaku usaha untuk meningkatkan komitmen dan tanggung jawab dalam menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha terasi untuk semakin bertanggung jawab dalam menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik. Dengan penerapan proses produksi yang baik, kita bersama-sama dapat memastikan produk terasi yang dihasilkan aman, bermutu, dan dapat meningkatkan daya saing usaha”, ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Keamanan Pangan, Cek KLIK dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) yang disampaikan oleh Pejabat Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan BBPOM di Pangkal Pinang.

Pada materi keamanan pangan, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai bahaya yang dapat mencemari pangan, meliputi bahaya biologis, kimia dan fisik. Pelaku usaha juga diimbau untuk tidak menggunakan bahan berbahaya yang masih sering disalahgunakan pada pangan seperti formalin, boraks, methanil yellow dan Rhodamin B, serta memperhatikan penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) agar sesuai dengan ketentuan dan batas yang diizinkan. Peserta juga diajak untuk menerapkan Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa sebagai salah satu langkah untuk memastikan produk pangan yang dipilih aman dan memenuhi ketentuan.

Materi selanjutnya membahas Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sebagai pedoman untuk menghasilkan pangan yang aman dan bermutu. Penerapan CPPOB mencakup berbagai aspek, antara lain lokasi dan lingkungan produksi, bangunan dan fasilitas, peralatan produksi, penyediaan air, higiene dan sanitasi, kesehatan dan higiene karyawan, penyimpanan, pengendalian proses, pelabelan, pengawasan, penarikan produk, pencatatan dan dokumentasi, serta pelatihan karyawan.

Sebagai bagian dari kegiatan, BBPOM di Pangkal Pinang juga melakukan pengujian rapid test terhadap parameter formalin dan Rhodamin B pada sampel terasi yang dibawa oleh peserta. Berdasarkan hasil pengujian terhadap sampel yang diperiksa, seluruh sampel memenuhi syarat terhadap parameter uji tersebut.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Pangkal Pinang berharap pelaku usaha semakin memahami pentingnya penerapan keamanan pangan dan CPPOB dalam setiap tahapan produksi sehingga mampu menghasilkan produk terasi yang aman, bermutu, memenuhi ketentuan, serta semakin berdaya saing. 

BBPOM di Pangkal Pinang

Sarana