Balai POM Pangkal Pinang Gelar Studi Banding Manajemen Risiko (Sharing Pengelolaan Manajemen Resiko) bersama Direktorat Registrasi Pangan Olahan secara Daring

23-05-2025 Pangkal Pinang Dilihat 337 kali

Pangkal Pinang— Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Pangkal Pinang menggelar kegiatan studi banding virtual bertajuk Sharing Pengelolaan Manajemen Risiko, dengan menghadirkan narasumber dari Direktorat Registrasi Pangan Olahan (RPO) Badan POM pada Jumat, 23 Mei 2025. Dalam sambutannya kepala Balai POM di Pangkal Pianang, Agus Riyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Balai POM di Pangkal Pinang untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan resiko sebagai bagian integral dari tata kelola organisasi yang baik (good governance). Sementara itu, Direktur Registrasi Pangan Olahan, Sintia Ramadhani dalam sambutannya menyampaikan bahwa pencapian nilai maturitas manajemen resiko RPO saat ini tidak didapat dari jalan yang instan, melainkan melalui proses yang panjang dan dengan periapan yang matang.

Kegiatan ini menjadi ajang strategis dalam memperkuat kapasitas penerapan sistem manajemen risiko di lingkungan Balai POM Pangkal Pinang, dengan mengadopsi praktik terbaik dari RPO yang telah menerapkan Enterprise Risk Management (ERM) secara terintegrasi. Direktorat Registrasi Pangan Olahan membagikan pengalaman komprehensif mengenai pelaksanaan manajemen risiko, mulai dari penyusunan pedoman, penggunaan aplikasi SMaRT RPO (Sistem Manajemen Risiko Terintegrasi), hingga pencapaian tingkat maturitas yang signifikan pada tahun 2024 dengan skor 3,906.

Dalam paparannya, tim RPO menyoroti pentingnya integrasi antara ISO 9001, ISO 37001, dan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) sebagai pondasi kuat dalam penerapan manajemen risiko. Mereka juga menekankan pada pendekatan berbasis data, seperti analisis pohon masalah (problem tree), GAP analysis terhadap pedoman penilaian maturitas, serta pelaporan risiko yang terkoneksi dengan sistem SAPA APIP dan SIMAKIN.

Kegiatan studi banding ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran informasi, tetapi juga mendorong upaya replikasi sistem manajemen risiko yang efektif dan efisien di seluruh unit kerja BPOM. Dengan dukungan tim yang telah tersertifikasi, seperti CRMO dan QRMA, serta pelatihan berkesinambungan kepada seluruh pegawai, RPO menjadi contoh nyata penerapan budaya sadar risiko yang menyeluruh di lingkungan kerja.

Kegiatan diawali dengan sesi pemaparan materi oleh narasumber dari RPO kemudian diakhiri dengan diskusi interaktif serta rencana tindak lanjut implementasi sistem manajemen risiko berbasis bukti dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah penting menuju peningkatan nilai maturitas manajemen risiko Balai POM di Pangkal Pinang.

 

Balai POM di Pangkal Pinang

Sarana