Pangkalpinang, 15 November 2024 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi personel laboratorium pengujian, Balai POM di Pangkalpinang sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Internal Verifikasi Metode Penetapan Kadar Nitrofurazon dalam Udang dan Madu menggunakan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 11 hingga 15 November 2024, dengan diikuti oleh 16 analis laboratorium dari Laboratorium Kimia Pangan Balai POM di Pangkalpinang.
Pembukaan acara dilakukan oleh Kepala Balai POM di Pangkalpinang, Agus Riyanto, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi personel dalam mendukung implementasi standar mutu laboratorium berbasis ISO/IEC 17025:2017. Beliau menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek ini merupakan langkah strategis untuk memastikan laboratorium pengujian Balai POM di Pangkalpinang dapat terus memberikan hasil uji yang valid, terpercaya, dan memenuhi standar internasional.
Narasumber kegiatan ini adalah Innike Sintawatie Maulidyah, dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) Badan POM. Beliau menyampaikan materi mendalam mengenai metode ELISA dan memandu responsi praktikum terkait verifikasi metode analisis Nitrofurazon, zat kimia yang biasa ditemukan pada produk pangan seperti udang dan madu.
Kegiatan hari pertama difokuskan pada pemaparan teori dan diskusi interaktif, sedangkan hari kedua hingga keempat dilanjutkan dengan sesi praktikum intensif di Laboratorium Kimia Pangan. Peserta mempraktikkan tahapan verifikasi metode, mulai dari uji linearitas, presisi, hingga akurasi.
Pada hari kelima, peserta mempresentasikan hasil verifikasi metode di hadapan narasumber dan rekan analis lainnya. Hasil diskusi menunjukkan bahwa parameter verifikasi metode telah memenuhi persyaratan keberterimaan, sehingga metode analisis ini siap diterapkan secara rutin di laboratorium Balai POM di Pangkalpinang.
Melalui kegiatan ini, Balai POM di Pangkalpinang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi personel laboratorium sebagai ujung tombak pengawasan mutu pangan. Diharapkan, keberhasilan ini dapat semakin memperkuat pengawasan obat dan makanan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Bimtek seperti ini merupakan salah satu upaya kami untuk terus memastikan bahwa setiap hasil uji laboratorium memiliki validitas tinggi, yang pada akhirnya mendukung keamanan pangan bagi masyarakat,” ujar Agus Riyanto menutup kegiatan. Balai POM di Pangkalpinang terus berupaya menjadi garda terdepan dalam pengawasan pangan yang aman, bermutu, dan terpercaya di Indonesia.
Balai POM di Pangkalpinang