Kepala Balai POM di Pangkalpinang, Mengajar di Sekolah Perempuan “Sekuntum Melati”..??
24 September 2021 20:50
Berita Aktual

Jum’at, 24 September 2021, Bertempat di halaman Perpustakaan Alun-alun Desa Tanjung Gunung, Pangkalan Baru telah di adakan kegiatan Pembelajaran di Sekolah Perempuan dalam rangka Pengembangan Kegiatan Masyarakat untuk Peningkatan Kualitas Keluarga “Sekolah Perempuan Sekuntum Melati”. Acara yang di selenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Sekolah Perempuan Sekuntum Melati”. Dari namanya terdengar unik, tidak banyak sekolah khusus bagi kaum hawa di Indonesia, dan ini merupakan satu-satunya sekolah perempuan di Provinsi Bangka Belitung. Namun ada yang lebih menarik, yaitu di Sekolah ini siswanya 100% “ Emak-Emak”.

Sekolah Perempuan Sekuntum Melati merupakan sekolah non formal yang merupakan gagasan dari Pemerintah Provinsi Bangka Belitung yang di Ketuai oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bangka Belitung, Melati Erzaldi, S.H. Sekolah yang jumlah pesertanya 100 orang ini diajak untuk menjadi Ibu tangguh mandiri dan terlatih, dengan periode belajar selama 3 bulan saja, para peserta mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Tim Pengajar. Organisasi Pemerintah ikut dilibatkan dalam program Sekolah Perempuan ini, baik Instansi pusat dan daerah. Sesuai Lampiran Keputusan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Tentang Pembentukan Tim Sekolah Perempuan yang salah satunya adalah Balai POM di Pangkalpinang.

Mengawali pembelajaran hari ini, Dr. Muslim El Hakim Kurniawan, ST., MM. Kepala Sekolah Perempuan Sekuntum Melati memberikan sambutan singkat sekaligus memperkenalkan profil “Pengajar” narasumber kepada peserta.

Pada kesempatan ini Kepala Balai POM di Pangkalpinang, Tedy Wirawan, M.Si., Apt. hadir sebagai narasumber untuk memberikan materi tentang Keamanan Pangan. Bahwa peran seorang Ibu sangat penting dalam keamanan pangan dirumah agar apapun yang di konsumsi terhindar dari cemaran Biologis, Kimia, dan Fisik. Menurut UU No. 18 Tahun 2012 Tentang Keamanan Pangan.

Untuk mewujudkan keamanan pangan Badan POM menerapkan 3 Pilar, yaitu;

  1. Pemerintah dalam hal ini Badan POM selalu melakukan Pengawasan produk secara pre market dan post market,
  2. Pihak Industri harus menjamin mutu, manfaat, dan khasiat pangan yang dihasilkan dengan menerapkan Cara Produksi yang Baik,
  3. Masyarakat harus cerdas dalam memilih produk pangan yang akan dikonsumsi serta dalam menyikapi informasi yang beredar.

“Pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan. Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus dipenuhi untuk pangan yang hendak dikonsumsi oleh masyarakat, oleh karena itu penanganan pangan yang baik dapan membuat pangan menjadi terbebas dari bahaya  cemaran Biologis, Kimia, dan Fisik”, ujar Tedy diakhir pemaparannya.

Walaupun dengan kondisi seadanya di tempat terbuka ini, dan tak jarang mereka terganggu dengan kegiatan anak-anak yang memang adalah warga disekitar, Para peserta sangat antusias dalam mendengarkan materi, dengan alat tulis seadanya mereka mencatat apa yang telah disampaikan. Mereka bahkan berebut tunjuk tangan saat diberikan kesempatan bertanya seputar keamanan pangan.

Ada-ada saja ulah emak-emak ini, walaupun waktu sudah mendekati shoalt Jum’at mereka masih menghujani Pak Tedy dengan pertanyaan-pertanyaan dan mengomentari jawaban yang telah diberikan, seperti biasa “Emak-Emak tidak bias dilawan”.

Tibalah akhir acara, Tedy menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang telah mengikuti materi hingga selesai dan semangat mereka dalam mengikuti materi pembelajaran sangat luar biasa, Para peserta diajak berfoto bersama sebagai penutup kegiatan.

Balai POM di Pangkalpinang