Pangkalpinang, 26 November 2024 – Balai POM di Pangkalpinang mengadakan kegiatan Pendampingan Penyusunan Perencanaan Kinerja Individu Tahun 2025 selama dua hari, yaitu pada 25-26 November 2024. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai POM di Pangkalpinang, Agus Riyanto. Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk memastikan penyusunan kinerja individu yang baik, terukur, dan sesuai dengan visi dan misi Badan POM, serta untuk meningkatkan efektivitas pengawasan Obat dan Makanan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam sambutannya, Agus Riyanto menekankan bahwa Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan dokumen strategis yang dapat mengukur capaian individu sebagai pegawai serta capaian organisasi secara keseluruhan. SKP berisi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap pegawai dan berfungsi sebagai dasar pemberian angka kredit serta penentuan predikat kinerja. Agus juga mengucapkan terima kasih kepada Biro SDM Badan POM yang telah mendampingi Balai POM di Pangkalpinang dalam penyusunan rencana kinerja individu. Hal ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Badan POM dalam membangun budaya kinerja yang profesional dan transparan.
Pada tahun 2025, Badan POM dihadapkan pada banyak perubahan dari sisi target kinerja. Terdapat 25 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang harus dicapai Balai POM di Pangkalpinang, dengan beberapa IKU baru yang diperkenalkan. Pendampingan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang baik tentang Definisi Operasional (DO), sehingga IKU yang ditetapkan memenuhi kriteria SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Dengan demikian, efektivitas kinerja dan kualitas pelayanan publik pengawasan Obat dan Makanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat ditingkatkan.
Selain itu, kegiatan pendampingan ini juga menjadi ajang untuk melakukan refreshment terkait ketentuan dalam perencanaan kinerja individu, khususnya dalam penyusunan SKP. Hal itu dilakukan dengan menggunakan pendekatan cascading, dimana IKU organisasi diterjemahkan ke level individu, sehingga setiap pegawai memahami kontribusi mereka dalam mencapai target organisasi.
Melalui pendampingan ini, Agus berharap setiap pegawai dapat menyusun perencanaan kinerja individu yang lebih baik dan terukur, serta mampu berkontribusi secara optimal dalam pencapaian visi dan misi organisasi. Balai POM di Pangkalpinang terus berupaya meningkatkan profesionalitas dan transparansi dalam mengelola kinerja pegawai, demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengawasan Obat dan Makanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Balai POM di Pangkalpinang