Koba, 15 Mei 2025 – Balai Pengawas Obat dan Makanan di Pangkal Pinang (BPOM di Pangkal Pinang) menyelenggarakan Kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di SMK Negeri 2 Koba Kabupaten Bangka Tengah. KIE yang bertemakan “Ayo Cegah Stunting dan Pilih Kosmetik Yang Aman” diikuti oleh 50 (lima puluh) siswa dan siswi yang diselenggarakan di ruang pertemuan SMK Negeri 2 Koba.
Hadir membuka acara secara resmi, Resdian selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Koba yang menyampaikan pentingnya pemahaman remaja terhadap isu Kesehatan sejak dini, terutama terkait stunting dan kosmetik yang aman digunakan. “Siswa Siswi yang merupakan remaja yang nantinya merupakan generasi penerus ataupun calon dari orang tua harus memiliki kesadaran sejak dini agar nantinya tidak terjadi kejadian stunting di keluarganya” sambutnya di sela pembukaan. Selain itu, beliau menyambut baik kegiatan KIE yang dilaksanakan di SMK N 2 Koba agar siswa dan siswi lebih bijak menggunakan kosmetik agar terhindar dari bahan berbahaya yang masih disalahgunakan dalam kosmetik.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Cegah Stunting Pada Remaja yang disampaikan oleh Mahfudz, selaku narasumber dari Puskesmas Koba. Selain itu, hadir menyampaikan materi mengenai Pilih Kosmetik Yang Aman dan Cara Menjadi Konsumen Yang Cerdas Dengan Cek KLIK yang disampaikan oleh Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM di Pangkal Pinang. Selama kegiatan siswa dan siswi berdiskusi secara aktif serta melaksanakan simulasi penggunaan Aplikasi BPOM Mobile agar terbiasa mengecek kelegalan produk sebelum membeli ataupun menggunakan.
Untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa siswi terkait kegiatan KIE, dilaksanakan pengisian pre dan post test serta kuesioner tingkat efektifitas KIE. Di sela kegiatan, dilaksanakan kuis yang dilaksanakaan secara online terkait materi yang telah diberikan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran di kalangan pelajar akan pentingnya memilih produk yang aman dan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah stunting serta dapat menjadi agen edukasi bagi lingkungan sekitanya.
-Balai POM di Pangkal Pinang-